Bekerja Apa Adanya

Bagi sebagian besar orang, bekerja adalah jalan utama dalam menjemput rezeki. Ada tanggung jawab besar di baliknya, yaitu mencari nafkah untuk menghidupi keluarga dan memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ini adalah sebuah kewajiban yang dijalani dengan penuh dedikasi oleh setiap pekerja.

Namun, dalam realitanya, tidak semua orang beruntung memiliki lingkungan kerja yang positif.

Ada kalanya seseorang merasa berada di posisi yang sangat melelahkan secara batin. Seberapa banyak pun tenaga dan pikiran yang dicurahkan, sering kali yang terlihat hanyalah kesalahannya saja. Satu kekhilafan kecil seolah-olah menghapus seluruh kontribusi positif yang sudah dibangun selama ini.

Kadang, ada fenomena di mana kemampuan seseorang hanya dianggap berharga saat terjadi masalah yang hanya bisa diselesaikan oleh orang tersebut. Begitu situasi kembali normal, keberadaannya seolah dilupakan. Terkadang, beberapa pekerja merasa hanya dimanfaatkan sebagai alat, bukan dihargai sebagai manusia seutuhnya.

Jika situasi ini terjadi, ada baiknya mulai berpikir untuk bekerja apa adanya.

Bekerja apa adanya bukan berarti menjadi orang yang malas atau tidak bertanggung jawab. Ini adalah sebuah bentuk pertahanan diri agar kesehatan mental tetap terjaga. Bekerja sesuai porsi dan tanggung jawab adalah pilihan yang paling bijak. Selama tidak ada pihak yang dirugikan dan bukan demi keuntungan pribadi dengan menggunakan cara yang salah. Tidak perlu memaksakan diri memberikan segalanya untuk tempat yang bahkan tidak peduli dengan kesejahteraan perasaan pekerjanya.

Dari fenomena ini, ada beberapa pelajaran yang bisa kita renungkan bersama:

  • Tujuan Utama Adalah Nafkah: Perlu diingat bahwa tujuan bekerja adalah mencari nafkah yang halal. Selama kewajiban sudah ditunaikan sesuai dengan kesepakatan, maka tugas seseorang sudah dianggap selesai.
  • Pentingnya Menjaga Keseimbangan: Memberikan seluruh energi untuk tempat yang tidak apresiatif hanya akan membuahkan rasa kecewa. Lebih baik simpan energi tersebut untuk hal-hal yang lebih membahagiakan di luar pekerjaan.
  • Tidak haus validasi: Belajarlah untuk tidak menggantungkan kepuasan batin pada pujian atau pengakuan orang lain.
  • Pekerjaan Hanya Sebagian dari Hidup: Hidup bukan hanya tentang urusan kantor. Masih ada keluarga, hobi, dan ketenangan jiwa yang jauh lebih penting untuk dirawat.

Bekerja dengan porsi yang tepat akan membantu seseorang pulang ke rumah dengan hati yang lebih ringan. Karena pada akhirnya, kebahagiaan sejati justru sering kali ditemukan saat kita melepaskan ambisi untuk menyenangkan semua orang di tempat kerja.

Oleh Opan
Dipostkan January 14, 2026
Seorang guru matematika yang hobi ngeblog dan menulis. Dari ketiganya terwujudlah website ini sebagai sarana berbagi pengetahuan yang saya miliki.
Diskusi di twitter @sopandiahmad

Terbaru

Demi menghargai hak kekayaan intelektual, mohon untuk tidak menyalin sebagian atau seluruh halaman web ini dengan cara apa pun untuk ditampilkan di halaman web lain atau diklaim sebagai karya milik Anda. Tindakan tersebut hanya akan merugikan diri Anda sendiri. Jika membutuhkan halaman ini dengan tujuan untuk digunakan sendiri, silakan unduh atau cetak secara langsung.